Daarul Uluum, Istana Pengetahuan Dan Kebijaksanaan

Bertekad menjalankan misinya dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pendidikan, pengajaran, dan penyiaran Islam, baik khusus maupun umum, dalam bentuk seluas-luasnya.

KALUNG PERMATA PROSA BARZANJĪ BAGIAN KE-6

Saat Muhammad saw. lahir, tampaklah berbagai ketidakbiasaan dan keanehan yang ghaib sebagai tanda kenabian beliau, permakluman bahwa beliau adalah sosok terpilih, dan tanda perkenan Allah Yang Maha Tinggi.

Penjagaan langit pun ditambah. Tertolaklah untuk masuk ke sana makhluk-makhluk setan. Jika mereka naik, batu-batu membara menghantami mereka dengan keras.

Bintang-bintang berkilauan seraya mendekat diri kepada Muhammad saw. sehingga cahayanya menerangi dataran Mekkah, baik di bagian tinggi maupun rendahnya.

Muncul pula, mengiringi kelahiran Muhammad saw., cahaya yang menerangi istana-istana di negeri Syām. Semua orang di sekitar Mekkah melihat terangnya cahaya itu. Robohlah singgasana yang dibangun oleh Raja Anu Syarwan di kota Madain, Kekaisaran Kisra, dan ambruklah empat belas menara lambang kehormatannya. Kekaisaran Kisra pun diruntuhkan oleh rasa takut atas apa yang akan menghantam dan menimpa.

Api-api sesembahan di Kerajaan Persia pun padam seiring dengan terbit dan menerangnya sinar wajah sang purnama itu. Telaga Sawah yang terletak di antara Hamadzān dan Qumm, di negeri asing sana, menyurut. Kering dan berhenti pula pancaran deras air yang menjadi mata air utamanya. Sebaliknya, Lembah Samāwah, sehampar gurun tandus di antara hamparan padang pasir dan belantara, membanjir. Padahal, tidak ada sedikitpun air di sana yang dapat menghilangkan haus di lidah orang yang dahaga.

Muhammad saw. dilahirkan di beranda Mekkah, kota populer, di mana pepohonan terlarang untuk ditebang dan ditebas.

Tahun kelahiran beliau, juga bulan dan harinya, dalam pendapat-pendapat dan riwayat-riwayat para ulama, diperdebatkan. Maka, yang terkuat adalah: beliau lahir di awal fajar, pada hari Senin, dua belas Rabī’ al-Awwal, Tahun Gajah, tahun di mana Allah menghalau (pasukan bergajah) dan melindungi Bait al-Harām.

———-

Harumkanlah, wahai Allah, kubur beliau yang mulia itu dengan semerbak aroma wangi shalawat dan salam.


PESANTREN DAARUL ULUUM
BOGOR

Menyelami naskah sastrawi ‘Iqdul Jawhar (Kalung Permata), karya as-Syaikh Ja’far al-Barzanjī Bin Hasan Bin ‘Abdil Karīm.

IQBAL HARAFA, S.Ag