Daarul Uluum, Istana Pengetahuan Dan Kebijaksanaan

Bertekad menjalankan misinya dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pendidikan, pengajaran, dan penyiaran Islam, baik khusus maupun umum, dalam bentuk seluas-luasnya.

KALUNG PERMATA PROSA BARZANJĪ BAGIAN KE-7

Sang ibu menyusui Muhammad saw. selama beberapa hari. Beliau, kemudian, disusui oleh Tsuwaybah al-Aslamiyyah, seorang wanita yang dimerdekakan oleh Abu Jahal ketika ia, dengan suka cita, menemuinya dan mengabarkan kelahiran Muhammad saw.. 

Tsuwaybah menyusui beliau dengan penuh hormat bersama anak lelaki lain, yaitu Masrūh dan Abū Salamah. Sebelumnya, wanita ini pun menyusui Hamzah yang, di kemudian hari, dipuja-puji karena dukungan dan pembelaannya terhadap agama. 

Kelak, barang dan pakaian dalam jumlah mencukupi dikirim kepada Tsuwaybah oleh Muhammad saw., dari Madinah. Pemberian dalam jumlah besar terus dikirim Nabi saw. yang sangat pemurah ini hingga wanita ini wafat. 

Ada pendapat bahwa Tsuwaybah (wafat) dalam agama jahiliyah sukunya, sementara (menurut) pendapat lain, ia telah menjadi muslim. Ibn Mandāh mengungkap dan menceritakan perbedaan ini.

Selanjutnya, Muhammad saw. disusui oleh seorang wanita muda: Halīmah dari Bani Sa’ad. Setiap orang enggan (menyusukan bayi) kepadanya karena kefakiran dan sedikitnya air susu di payudaranya. Namun, sebelum petang, Allah segera memakmurkan hidup wanita ini dan menjadikan payudaranya berlimpah air susu: yang kanan untuk Muhammad saw. dan bagian lainnya untuk saudaranya (sesusuan). 

Halīmah pun menjadi kaya setelah ia, sebelumnya, kurus dan fakir. Begitupun unta-unta dan kambing-kambing miliknya. Segala bencana dan kesulitan melenyap darinya. Kebahagiaan pun menyulam dan menghias burdah hidupnya yang lezat.

———-

Harumkanlah, wahai Allah, kubur beliau yang mulia itu dengan semerbak aroma wangi shalawat dan salam.


PESANTREN DAARUL ULUUM
BOGOR

Menyelami naskah sastrawi ‘Iqdul Jawhar (Kalung Permata), karya as-Syaikh Ja’far al-Barzanjī Bin Hasan Bin ‘Abdil Karīm.

IQBAL HARAFA, S.Ag