Isra dan Mi’raj (Bagian 13)

LANGIT KEEMPAT Nabi saw., kemudian, naik ke langit keempat (yang terbuat dari tembaga). Jibrīl meminta gerbang ke langit dibuka. Ditanyakanlah: “Siapa ini?” Jibrīl menjawab: “Jibrīl.” Ditanyakanlah: “Siapa (yang turut serta) bersamamu itu?” Jibrīl menjawab: “Muhammad.” (Kalimat takjub pun) terucap: “Jadi, dia (Jibrīl) telah diutus kepadanya (untuk menjemput)?” Jibrīl menjawab: “Ya!.” …

Selengkapnya

Isra dan Mi’raj (Bagian 12)

LANGIT KETIGA Nabi saw., kemudian, naik ke langit ketiga (yang terbuat dari besi murni). Jibrīl meminta gerbang ke langit dibuka. Ditanyakanlah: “Siapa ini?” Jibrīl menjawab: “Jibrīl.” Ditanyakanlah: “Siapa (yang turut serta) bersamamu itu?” Jibríl menjawab: “Muhammad.” (Kalimat takjub pun) terucap: “Jadi, dia (Jibrīl) telah diutus kepadanya (untuk menjemput)?” Jibrīl menjawab: …

Selengkapnya

Isra dan Mi’raj (Bagian 11)

LANGIT KEDUA Nabi saw., kemudian, naik ke langit kedua (yang terbuat dari zamrud putih). Jibrīl meminta gerbang langit dibuka. Ditanyakanlah: “Siapa ini?” Jibrīl menjawab: “Jibrīl.” Ditanyakanlah: “Siapa (yang turut serta) bersamamu itu?” Jibrīl menjawab: “Muhammad.” (Kalimat takjub pun) terucap: “Jadi, dia (Jibrīl) telah diutus kepadanya (untuk menjemput)?” Jibrīl menjawab: “Ya!.” …

Selengkapnya