Isra dan Mi’raj (Bagian 21)

AL-MUSTAWĀ Nabi saw., kemudian, dinaikkan kembali ke Sidrah al-Muntahā. Kabut berwarna warni menyelubungi beliau. Jibrīl mengundurkan diri. Nabi saw., kemudian, dinaikkan ke al-Mustawā, tempat di mana beliau mendengar (suara) Sharīf al-Aqlām (goresan pena-pena yang mencatat berbagai qadha Allah dan wahyu-Nya yang sudah ditetapkan di al-Lauh al-Mahfūzh, dan mencatat atau menghapus …

Selengkapnya

Isra dan Mi’raj (Bagian 20)

NERAKA Kemudian, diperlihatkanlah kepada Nabi saw. Neraka. Di dalamnya, (terhampar) murka Allah, celaan, dan pembalasan-Nya. Jika sebuah batu dan besi dilempar ke sana, niscaya neraka melumatnya. Di dalam Neraka, Nabi saw. melihat sekelompok orang yang sedang memakan bangkai. Beliau bertanya: “Siapakah mereka semua, wahai Jibrīl?” Jibrīl menjawab: “Mereka adalah orang-orang …

Selengkapnya

Isra dan Mi’raj (Bagian 17)

AL-BAIT AL-MA’MŪR Nabi saw., kemudian, masuk ke al-Bait al-Ma’mūr. Bersama beliau, masuk pula orang-orang yang pada dirinya terkenakan pakaian berwarna putih. Sementara itu, orang-orang yang pada dirinya terkenakan pakaian berwarna abu, (yang turut masuk pula bersama beliau, berada dalam keadaan) terhalang. Namun, mereka berada dalam kebaikan (dari Allah). Nabi saw., …

Selengkapnya

KALUNG PERMATA PROSA BARZANJĪ BAGIAN KE-20

MAHALLUL QIYĀM ———- Allah, semoga, melimpahkan salawat kepada Muhammad. Allah, semoga, melimpahkan salawat, pula salam, kepada beliau. ———- Oh, engkau, selamat datang. Oh, engkau, selamat datang. Oh, engkau, selamat datang. Oh, engkau, sang datuk dari Husain, selamat datang. Oh, Nabi, salam untukmu. Oh, Rasul, salam untukmu. Oh, engkau yang sangat …

Selengkapnya