Lambang

Lambang Daarul Uluum diciptakan oleh Al-Ustadz Nasruddin Latif, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Daarul Uluum, dan didisain oleh Iqbal Harafa, S.Ag pada tahun 2005. Lambang ini diluncurkan untuk mengganti lambang sebelumnya yang dinilai tidak lagi mewakili visi, dan misi Yayasan Daarul Uluum ke depan.

Makna dan spirit yang dikandung dalam Lambang tersebut adalah sebagai berikut:

Merah adalah warna yang sangat sakral bagi bangsa Indonesia, khususnya ummat Islam Indonesia. Warna ini melambangkan semangat yang tidak pernah padam dan kendur dalam memperjuangkan kebenaran.

Tulisan Daarul Uluum berpola balok dalam bahasa Arab mengandung makna bahwa spirit yang tidak pernah padam dan kendur tersebut disalurkan melalui wadah lembaga pendidikan, dalam hal ini Yayasan Pesantren Daarul Uluum. Semangat pantang menyerah sangat diperlukan untuk menghantarkan lembaga ini ke tujuannya yang sangat luhur, sebagaimana tertuang dalam visinya.

Delapan sudut yang mengarah ke seluruh penjuru mata angin menunjukkan harapan luhur agar seluruh keluarga besar Daarul Uluum dapat menunjukkan dirinya sebagai generasi-generasi terdidik yang dapat memerankan tugasnya sebagai al-waratsah al-anbiya, penerus perjuangan para nabi dan rasul Allah dalam menegakkan ajaran-ajaran-Nya, di manapun juga berada.