Mars (Ma’hadunā)

كُنَّا تَلاَمِيْذَ مِنْ مَعْهَدِ التَّرْبِيَةِ اْلإِسْلاَمِيَّةْ

نَقْصُدُ أَنْ نَتَعَلَّمَ جِدًّا عُلُوْمًا دُنْيَوِيَّةً وَ أُخْرَوِيَّةْ

 

نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَنْفَعَنَا وَنَرْجُو اللهَ أَنْ يَصْلَحَنَا

فِي حَيَاتِنَا وَ مَمَاتِنَا دُنْيَانَا وَ آخِرَتِنَا

 

جِئْنَا هُنَا مِنْ كُلِّ جِهَةْ فَنَرْجُو أَنْ نُحْسِنَ فِيْهِ الْحَيَاةْ

وَ نَدْعُو أَنْ نَنَالَ مِنْهُ الرَّحْمَةْ مِنَ اللهِ خَالِقِ الْكَائِنَةْ


Lagu Mars ini diciptakan pertama kali oleh Abdul Latif, anak pertama KH. Elon Syuja’i, pada sekitar tahun 1970. Saat itu Daarul Uluum masih berwujud sebuah pesantren salaf (tradisional) dan baru memiliki sekolah formal Madrasah Ibtida’iyyah (MI) bernama MI Sirajul Huda. Lagu mars ini sering dinyanyikan oleh para siswa MI tersebut dengan susunan lirik yang agak berbeda.
Sejak tahun 1981, lagu Mars ini tenggelam dan tidak pernah dinyanyikan lagi tanpa diketahui sebabnya. Lagu ini baru diperkenalkan kembali oleh Iqbal Harafa pada tahun 1997 di Kampus 2 Nagrak, saat wisuda santri Angkatan Pertama. Iqbal Harafa, terlebih dahulu, melakukan perubahan, penyesuaian, dan penambahan pada bait liriknya.